Propagasi Komunikasi Radio Base Station Femto Cell pada Tiang Lampu Jalan Frekuensi 10 GHz

Main Article Content

Andrita Ceriana Eska

Abstract

Pada penelitian ini dibahas tentang sistem komunikasi pada Radio Base Station femto cell. Radio-base-station femto cell ditempatkan dengan ketinggian yang bervariasi. Frekuensi yang digunakan adalah 10 GHz. Mekanisme propagasi dipengaruhi oleh redaman atmosfer yaitu uap air dan oksigen. Sebagai analisa dilakukan dengan beberapa variasi. Variasi tersebut diantaranya yaitu ketinggian untuk penempatan radio base station femto cell dan code rate dari signal-to-interference-plus-noise-ratio. Variasi ketinggian dari radio base station femto cell yang digunakan yaitu 6 meter, 8 meter, dan 10 meter. Variasi code rate yang digunakan untuk signal-to-interference-plus-noise-ratio threshold 16 QAM yaitu 1/2,2/3,3/4, dan 4/5. Variasi code rate yang digunakan untuk signal-to-interference-plus-noise-ratio threshold 64 QAM yaitu 2/3, 3/4, dan 4/5. Sebagai hasil dari penempatan radio-base-station femto cell yaitu semakin rendah lokasi penempatannya, maka persentase pada daerah cakupan komunikasi menjadi semakin meningkat. Semakin meningkat untuk nilai code rate yang digunakan dari variasi  signal-to-interference-plus-noise-ratio threshold 16 QAM dan 64 QAM ditunjukkan nilai persentase dari daerah cakupan komunikasi menjadi semakin berkurang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
ESKA, Andrita Ceriana. Propagasi Komunikasi Radio Base Station Femto Cell pada Tiang Lampu Jalan Frekuensi 10 GHz. JURNAL INFOTEL, [S.l.], v. 9, n. 4, nov. 2017. ISSN 2460-0997. Available at: <http://ejournal.st3telkom.ac.id/index.php/infotel/article/view/264>. Date accessed: 19 nov. 2017. doi: https://doi.org/10.20895/infotel.v9i4.264.
Section
Articles

References

[1] T.S.Rappaport, E.B.Dor, J.N.Murdock, dan Y.Qiao, “38 GHz and 60 GHz Angle-dependent Propagation for Cellular & Peer-to-Peer Wireless Communications,” IEEE ICC Wireless Communications, 2012.
[2] B.V.Quang, R.V.Prasad, dan I.Niemegeers, “A Survey on Handoffs – Lessons for 60 GHz Based Wireless Systems, ”IEEE Communications Surveys & Tutorials, vol.14, 2012.
[3] A.C.Eska, “Komunikasi Bergerak Frekuensi 2.3 GHz Melewati Pepohonan Metode Giovanelli Knife Edge,” INFOTEL, Vol.8, 2016.
[4] ITU, ITU-R Radio Communication Sector of ITU (Attenuation by atmospheric gases), ITU-R P.676-10, Geneva : Electronic Publication, 2013.
[5] G.Bartoli, R.Fantacci, D.Marabissi, dan M.Pucci, “Resource Allocation schemes for Cognitive LTE-A Femto-cells using Zero Forcing Beamforming and Users Selection,” IEEE Globecom, 2014.
[6] G.Castro, R.Feick, M.Rodriguez, R.alenzuela, dan D.Chizhik, “Outdoor-to-Indoor Empiriacl Path loss Models: Analysis for Pico and Femto Cells in Street Canyons,” IEEE Wireless Communications, 2016.
[7] F.Silva, R.Feick, R.Valenzuela, M.Derpich, dan L.Ahumada, “Measurement-Based Evaluation of Spectral Efficiencies in Outdoor-Indoor Multiuser MISO Systems in Femto-cells,” IEEE Trans. Wireless Communications, 2016.
[8] BSN, Standard Nasional Indonesia Spesifikasi penerangan jalan di kasawasan perkotaan, BSN, 2008.
[9] O. Wether, LTE System Specifications and their Impact on RF & Base Band Circuits, Rohde&Schwarz, 2013.
[10] J.S. Seybold, Introduction to RF Propagation, New Jersey : John Wiley & Sons, 2005.